Mahasiswa ITB AAS Indonesia Dilatih Menjadi Pengusaha Properti

SUKOHARJO – Mahasiswa Program Studi D4 Kebijakan dan Manajemen Pajak ITB AAS Indonesia melaksanakan kunjungan industri ke Perumahan Venesia SOBA sebagai bagian dari pembelajaran berbasis praktik untuk memahami aspek bisnis, legalitas, perpajakan, dan pembiayaan dalam industri properti.
Kegiatan ini didampingi oleh Dr. Suprihati, SE., MM selaku Wakil Rektor II ITB AAS Indonesia dan Dra. Wikan Budi Utami, MM selaku Ketua Program Studi D4 Kebijakan dan Manajemen Pajak. Mahasiswa memperoleh materi langsung dari Dr. Budiyono, SE., M.Si, Direktur PT Budi Karya Maju (BKM Property), pengembang Perumahan Venesia SOBA.
Dalam pemaparannya, Dr. Budiyono menjelaskan bahwa sebelum memperoleh pembiayaan dari bank, pengembang harus menyusun feasibility study atau studi kelayakan bisnis yang memuat analisis pasar, proyeksi penjualan, kebutuhan investasi, biaya pembangunan, arus kas, dan tingkat keuntungan proyek. Studi tersebut menjadi dasar bank dalam menilai kelayakan suatu proyek perumahan.
Mahasiswa juga mempelajari mekanisme kredit konstruksi perumahan. Pembiayaan diberikan berdasarkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) pembangunan. Sebagai contoh, rumah tipe 70 dengan standar biaya konstruksi Rp4.500.000 per meter persegi akan memperoleh pembiayaan sesuai kebutuhan biaya pembangunan tersebut.
Pencairan dana dilakukan secara bertahap berdasarkan progres pembangunan di lapangan. Pada tahap awal, bank umumnya mencairkan sekitar 20 persen dari nilai konstruksi setelah pengembang menunjukkan pekerjaan penggalian fondasi, ketersediaan material bangunan, serta adanya konsumen yang mengajukan KPR dan telah memperoleh persetujuan dari pihak bank. Tahap berikutnya dicairkan setelah dilakukan verifikasi progres pembangunan oleh pihak perbankan.
Selain aspek pembiayaan, mahasiswa juga memperoleh pemahaman mengenai persyaratan legalitas proyek, antara lain sertifikat tanah telah atas nama Perseroan Terbatas (PT), telah dilakukan pemecahan sertifikat (split), memiliki bukti penguasaan yang sah, Site Plan yang disetujui, Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), dan dokumen legalitas lainnya.
Untuk meminimalkan risiko pembiayaan, bank menerapkan beberapa tahapan penilaian, yaitu appraisal oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Independen, audit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP), analisis kredit, hingga penilaian akhir sebelum fasilitas pembiayaan diberikan.
Dr. Budiyono juga menjelaskan bahwa seluruh proses tersebut merupakan implementasi prudential banking principle atau prinsip kehati-hatian perbankan. Melalui prinsip ini, bank wajib melakukan analisis secara cermat terhadap legalitas, kondisi keuangan pengembang, kelayakan proyek, serta potensi risiko yang mungkin terjadi. Tujuannya adalah menjaga keamanan dana masyarakat sekaligus mencegah terjadinya kredit bermasalah di kemudian hari.
Pada sesi legalitas pertanahan, mahasiswa mempelajari pentingnya status sertifikat yang clean and clear. Sebelum akad kredit dilakukan, bank dan notaris rekanan melakukan pemeriksaan terhadap seluruh dokumen proyek. Sertifikat wajib dinyatakan bersih oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN), yang berarti tidak dalam sengketa, tidak menjadi objek perkara hukum, tidak berada dalam hak tanggungan, serta memiliki kepastian kepemilikan yang sah. Hasil pengecekan tersebut menjadi salah satu dasar bank dalam menyetujui pembiayaan.
“Mahasiswa perlu memahami bahwa bisnis properti tidak hanya berbicara tentang pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut aspek legalitas, pembiayaan, manajemen risiko, dan tata kelola yang baik,” ujar Dr. Budiyono.
Melalui kunjungan industri ini, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung mengenai keterkaitan antara perpajakan, perbankan, akuntansi, hukum pertanahan, dan bisnis properti. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen ITB AAS Indonesia dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Informasi lengkap mengenai proyek Perumahan Venesia SOBA dapat diakses melalui https://perumahansoloraya.id/venesia-soba/.
Tentang ITB AAS Indonesia
ITB AAS Indonesia merupakan perguruan tinggi yang berkomitmen menghasilkan lulusan unggul dan berdaya saing melalui pendidikan berbasis praktik, kolaborasi industri, serta penguatan kompetensi profesional yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
