Mahasiswa ITB AAS pajak hotel syariah melalui program Kampus Berdampak dengan pendampingan PBJT 10% dan PPh 25 di Genio Syariah Hotel Solo.
Mahasiswa ITB AAS Pajak Hotel Syariah di Solo

SUKOHARJO — Kolaborasi antara dunia akademik dan sektor industri terus diperkuat oleh ITB AAS Indonesia melalui berbagai program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan dunia usaha. Salah satu bentuk implementasi nyata tersebut diwujudkan melalui program “Kampus Berdampak”, yang melibatkan mahasiswa dalam pendampingan langsung kepada pelaku usaha guna meningkatkan pemahaman dan kepatuhan terhadap regulasi perpajakan.
Dalam kegiatan ini, lima mahasiswa Program Studi Perpajakan ITB AAS Indonesia diterjunkan secara langsung ke dunia usaha untuk melaksanakan program edukasi dan pendampingan teknis penghitungan pajak di Genio Syariah Hotel Solo. Kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun sinergi antara perguruan tinggi dan industri sekaligus memperkuat tata kelola bisnis yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku.
Agenda yang berlangsung di ruang pertemuan Genio Syariah Hotel Solo yang berada di kawasan Colomadu tersebut didampingi langsung oleh Dr. Suprihati, S.E., M.M., selaku Dosen Spesialis Pajak ITB AAS Indonesia. Kehadiran dosen pendamping memberikan arahan sekaligus memastikan bahwa proses edukasi yang dilakukan mahasiswa berjalan sesuai dengan standar akademik dan kebutuhan praktis dunia usaha.
Kupas Tuntas PBJT 10% dan Mekanisme PPh Pasal 25
Fokus utama kegiatan ini adalah menyelaraskan pemahaman regulasi perpajakan terkini dengan praktik operasional bisnis perhotelan sehari-hari. Tim dari ITB AAS Indonesia bersama manajemen hotel melakukan pembahasan mendalam terhadap dua instrumen perpajakan yang memiliki peran penting dalam operasional usaha perhotelan, yaitu Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) serta Pajak Penghasilan (PPh) Badan.
Dr. Suprihati, S.E., M.M. menjelaskan bahwa teori yang dipelajari mahasiswa di ruang kuliah harus mampu memberikan manfaat nyata ketika diterapkan di lapangan.
“Mahasiswa kami mendampingi langsung teknis penghitungan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) atas jasa perhotelan sebesar 10% yang menjadi ranah pemerintah daerah,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk memahami secara langsung bagaimana proses penghitungan, pencatatan, dan pelaporan pajak dilakukan oleh pelaku usaha di sektor perhotelan. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam membentuk kompetensi profesional di bidang perpajakan.
Selain membahas pajak daerah, materi edukasi juga difokuskan pada aspek PPh Badan, khususnya mengenai simulasi dan mekanisme angsuran PPh Pasal 25. Mahasiswa ITB AAS Indonesia menguraikan formula penghitungan secara rinci dan sistematis kepada pihak manajemen hotel.
Tujuan dari pendampingan ini adalah membantu manajemen dalam memproyeksikan kewajiban pajak masa berjalan secara lebih akurat sehingga pengelolaan kewajiban perpajakan dapat dilakukan secara tepat tanpa mengganggu stabilitas arus kas (cash flow) perusahaan.
Sinergi Positif bagi Mahasiswa dan Industri
Program pendampingan perpajakan ini memberikan manfaat yang signifikan bagi seluruh pihak yang terlibat. Bagi mahasiswa, kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran berbasis praktik yang memungkinkan mereka berhadapan langsung dengan berbagai persoalan administrasi fiskal yang terjadi dalam dunia usaha.
Mahasiswa tidak hanya memahami teori perpajakan secara konseptual, tetapi juga dituntut untuk mampu menganalisis, memberikan solusi, serta berkomunikasi secara profesional dengan pelaku usaha. Pengalaman ini menjadi nilai tambah yang sangat penting dalam mempersiapkan lulusan yang siap terjun ke dunia kerja.
Di sisi lain, manajemen hotel memberikan respons yang sangat positif terhadap kegiatan yang dilaksanakan oleh ITB AAS Indonesia. Pihak hotel menilai bahwa penerapan administrasi perpajakan yang tertib, rapi, dan sesuai regulasi merupakan bagian penting dari penerapan tata kelola bisnis syariah yang amanah, profesional, dan berkelanjutan.
Melalui keberhasilan program “Kampus Berdampak” ini, hubungan kemitraan antara ITB AAS Indonesia dan Genio Syariah Hotel Solo diharapkan dapat terus berkembang. Kolaborasi tersebut tidak hanya mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan tata kelola usaha, tetapi juga membuka peluang yang lebih luas untuk berbagai program kerja sama di masa mendatang, termasuk program magang bersertifikat bagi mahasiswa.
Sebagai bagian dari pengembangan ekosistem pendidikan dan industri yang saling mendukung, kerja sama seperti ini diharapkan mampu menjadi model kolaborasi yang dapat direplikasi oleh berbagai institusi pendidikan dan pelaku usaha lainnya di Indonesia.
